Close
Close
Suara Buru Selatan | Media Online

Mantan Kades dan Istri Pejabat Desa Waenono Diduga Kebakaran Jenggot

Video Terbaik Tahun Ini

Namrole, SBS - Diduga mantan Kepala Desa (Kades) Waenono, Yance Tasane dan istri pejabat Desa Waenono Desi Tasane kebakaran jenggot dengan pemberitaan di media ini, beberapa waktu lalu, terkait permintaan sejumlah masyarakat Desa Waenono, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), kepada Bupati Kabupaten Bursel Safitri Malik Soulisa untuk mengevaluasi kinerja Pejabat Desa Waenono Kriston Nikolaas.



Hal tersebut dikemukakan salah satu penerima BLT, Roswel Nurlatu, kepada media ini, Rabu, 10 Mei 2023, di Namrole. 




"Siang tadi anak mantan Kepala Desa Waenono yang juga istri pejabat Desa Waenono dan mantan Kades Waenono, mendatangi saya dengan cara yang tidak sopan. Bapak Yance dan istri pejabat Desa Waenono memarahi saya dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan dan dengan gerak bahasa tubuh yang tidak sopan, " kata Nurlatu. 




Menurut Roswel yang merupakan penerima BLT sejak pertama kali Covid 19 terjadi, mereka memarahi dirinya, lantaran dirinya di duga memprovokasi para penerima BLT lainnya, yang belum mendapatkan hak mereka secara sempurna, yang telah dipublikasikan di media massa. 


"Saya tidak pernah mempengaruhi mereka, tetapi saya dan mereka menuntut hak kami, yang belum sempurna kami dapatkan.  Saya mengungkapkan pendapat saya, sebagai warga negara di media. Apakah itu salah. Saya dari 2020 itu hanya mendapatkan hak saya 3 triwulan saja, sedangkan pada 2021 tidak mendapatkan sama sekali, 2022 juga 3 triwulan saja yang di terima, sedangkan 2023 belum menerima sama sekali, dan selama ini  saya sudah cukup bersabar dan bertoleransi dengan apa yang saya dapati, tapi kali ini sudah berlebihan, karena ternyata bukan hanya saya saja, yang tidak menerima, tetapi ternyata, banyak masyarakat Waenono juga yg tidak mendapatkan hak mereka, dan praktek ini sudah tidak bisa di tolerir dan di biarkan tumbuh dengan subur," ujar Nurlatu. 


Roswel mengaku, Itu baru salah satu contoh konkrit saja, belum lagi dari teman- teman penerima BLT yang lain. Seharusnya, para penerima BLT yang sebelumnya pernah mendapatkan BLT dan apabila tidak mendapatkan BLT pada tahun berikutnya, harusnya di berikan penjelasan terkait tidak diberikan lagi pada tahun selanjutnya.


Dengan kondisi yang terjadi, dapat di simpulkan, diduga kuat terjadi penggelapan dana BLT sejak 2020-2022, pada saat mantan Kades Yance Tasane dan mantan ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kala itu, Kriston Nikolaas yang saat ini menjabat sebagai pejabat Desa Waenono. 


"Ironisnya lagi, saat Kriston menjadi pejabat Desa Waenono, dirinya pun dan sejumlah masyarakat Waenono lainnya, tidak juga mendapatkan BLT mereka, padahal mereka juga pada tahun- tahun sebelumnya, hak mereka pun telah di kebiri oleh ayah mertua dan dirinya (Kriston-red)yang juga Ketua BPD," kata Nurlatu. 


Maka itu, Bupati Kabupaten Bursel Safitri Malik Soulisa, diminta segera mengevaluasi bawahannya. Karena di duga kuat, pembagian BLT di tunggangi kepentingan politik ayah mertuanya, yang berencana mencalonkan diri sebagai calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bursel. 


"Jangan sampai Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tidak di pergunakan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Waenono sebagai mana peruntukkannya, melainkan di sunat untuk mewujudkan hasrat politik ayah mertuanya," tutur Nurlatu. 


Dirinya juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Namlea, untuk segera memanggil dan memeriksa Pejabat Desa Waenono dan mantan Kades Waenono, terkait dugaan penggelapan dana BLT, kepada 84 penerima BLT 2022, sesuai dengan yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Waenono tahun anggaran 2022.


"Semoga Bupati Bursel dan Kejari Namlea, segera merespon masalah ini, demi kemajuan desa Waenono, yang kita cintai bersama. Karena apa yang saya sampaikan di media, tentunya di dukung dengan bukti yang kuat, bukan asal bunyi. Bila ada pihak yang merasa apa yang saya sampaikan ini fitnah belaka, karena ada tendensi tertentu, itu sangat keliru dan saya sarankan untuk melapor saya ke pihak yang berwajib, " tandasnya. (TIM)

Beri Komentar Anda

Mohon berkomentar dengan attitude yang baik...
Dilarang menggunakan Anonymous !!!

Previous Post Next Post
Suara Buru Selatan | Media Online
Suara Buru Selatan | Media Online